Menjelang datangnya menstruasi, sebagian wanita
merasakan perubahan fisik maupun emosi yang cukup mengganggu. Perasaan mudah
marah, cepat lelah, hingga nyeri pada tubuh sering kali muncul dan membuat
aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Kondisi inilah yang dikenal dengan
istilah PMS atau Premenstrual Syndrome.
PMS bukan hal yang jarang terjadi. Banyak wanita
mengalaminya setiap bulan dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda. Ada yang
hanya merasakan perubahan suasana hati ringan, ada pula yang merasakan nyeri
dan ketidaknyamanan yang cukup mengganggu.
Apa Itu PMS
PMS adalah kumpulan gejala fisik dan emosional
yang muncul beberapa hari hingga dua minggu sebelum menstruasi. Gejalanya bisa
berbeda pada setiap orang dan tidak selalu sama setiap bulan.
Keluhan yang sering muncul antara lain perut
kembung, nyeri payudara, sakit kepala, jerawat, mudah lelah, serta perubahan
suasana hati seperti mudah tersinggung atau sedih tanpa sebab yang jelas.
Mengapa PMS Bisa Terjadi
Penyebab PMS belum bisa dijelaskan dengan satu
faktor tunggal. Namun, beberapa hal yang sering dikaitkan dengan PMS adalah
perubahan hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi.
Perubahan hormon ini dapat memengaruhi kerja
tubuh dan juga zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati.
Saat keseimbangan ini terganggu, sebagian wanita menjadi lebih sensitif secara
fisik maupun emosional.
Mengapa Tidak Semua Wanita Mengalami PMS
Tidak semua wanita mengalami PMS dengan keluhan
yang sama. Perbedaan pola hidup, tingkat stres, asupan makanan, serta kondisi
tubuh masing-masing dapat memengaruhi muncul atau tidaknya gejala PMS.
Ada wanita yang tetap beraktivitas normal tanpa
keluhan berarti, sementara yang lain perlu melakukan penyesuaian khusus
menjelang menstruasi.
Memahami PMS sebagai kondisi alami dapat membantu
wanita lebih mengenali tubuhnya sendiri dan menyiapkan langkah yang tepat untuk
mengurangi ketidaknyamanan yang muncul.






0 comments:
Posting Komentar